Review Berita Kesehatan

Judul Berita     : Anosmia Disebut Jadi Gejala Corona Covid-19 yang Paling Khas

Tanggal Berita : 22 September 2020

Penulis             : Dhita Koesno

Media              : Tirto

Tautan             : https://tirto.id/f4Zo

Saya akan mengulas artikel berita kesehatan sebagaimana berikut. Perlu diketahui terlebih dahulu, anosmia adalah hilangnya kemampuan mencium. Ansomnia bisa menjadi salah satu gejala yang menunjukkan seseorang terinfeksi virus Covid-19. Covid-19 dan flu memang memiliki gejala yang sangat mirip namun virus corona jauh lebih berahaya dan lebih sulit dibedakan. Contohnya batuk, juga bisa dikarenakan alergi.. Hampir semua infeksi virus juga menyebabkan demam. Penelitian yang lebih baru mengaitkan peningkatan kasus flu dan infeksi virus dengan penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, lebih sadar dengan kondisi tubuh dapat menyelamatkan anda dari resiko infeksi. Para ahli berpendapat bahwa corona bermula dari hilangnya penciuman anda. Dan hilangnya bau dan rasa, ringan atau parah tidak boleh dianggap enteng, karena hal ini dapat mengarahkan ke diagnosis yang lebih jelas. Selain itu, anosmia secara tiba-tiba adalah gejala yang jarang terlihat pada infeksi virus lainnya. Sebuah studi JAMA skala luas yang menemukan bahwa hampir 60% pasien menderita anosmia setelah terinfeksi. Kehilangan penciuman adalah tanda-tanda Covid-19, tetapi juga tidak jarang terlihat pada orang yang memiliki kasus flu akut.

Hilangnya indra penciuman atau perasa dapat terjadi tanpa adanya hidung tersumbat atau tersumbat Sebuah analisis sampel yang dilakukan di AS membuktikan bahwa temuan itu benar. Sementara sebuah studi sampel kecil dilakukan oleh Arnold Monto, membantu membedakan antara Covid-19 dan flu. Disebutkan bahwa orang dengan diagnosis COVID-19 lebih rentan mengalami kehilangan rasa. Seperti pada relawan yang terserang flu parah, kehilangan bau dan rasa hanya tercatat pada 4 dari 10 relawan. Hasilnya penderita Covide terkena dampak yang lebih dalam, untuk waktu yang lebih lama.

Meskipun masih belum ada bukti konklusif, para ahli dalam penelitian tersebut menyarankan bahwa kita harus melakukan tes mengendus sederhana di rumah secara berkala. Juga diingatkan bahwa masyarakat yang termasuk dalam kategori berisiko tinggi atau asimtomatik harus mewaspadai tanda-tanda dispnea (sesak napas).

Dari artikel diatas, dapat disimpulkan bahwa kita harus waspada ketika penciuman kita hilang secara tiba-tiba. Artikel disampaikan dengan jelas, dan dengan bukti-bukti data yang terpercaya. Selain itu, artikel ini sangat bagus untuk megedukasi masyarakat untuk lebih siap berhadapan dengan Covid-19. Namun, yang disayangkan, tidak dijelaskan apa yang perlu dilakukan ketika kita mengalami ansomnia. Saran saya, sebaiknya dijelaskan seperti “silahkan berkonsultasi dengan ahli (dokter).”

Komentar