Dampak dari Adanya Perdebatan di Media Sosial

 

            Saat ini, kita berada pada era dimana segala sesuatu dijalankan secara digital, atau biasa kita sebut era digitaslisasi. Pada era ini, segala informasi menjadi lebih mudah untuk diakses melalui internet. Segala ilmu, berita, cerita dan hiburan dari penjuru dunia dengan mudah kita dapatkan hanya dengan menggulir layar gadget kita yang terhubung dengan internet. Kita juga terhubung dengan banyak orang dari berbagai belahan dunia melalui aplikasi-aplikasi media sosial yang ada. Dengan luasnya koneksi dan kemudahan akses, banyak informasi yang masuk dari sumber yang berbeda-beda.

            Perbedaan informasi yang kita terima dapat menyebabkan terjadinya perbedaan perspektif antara kita dengan orang lain. Pada beberapa situsi, kita akan mempertanyakan “yang mana yang benar?”. Dalam upaya untuk memvalidasi kebenaran tersebut, sering kali kita eksekusi dengan adanya perdebatan. Definisi perdebatan itu sendiri adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak (Henry Guntur Tarigan, 1984).

            Dengan era yang serba digital ini, perdebatan yang mulanya berada di dunia nyata, kini banyak berpindah ke dunia maya. Tak jarang kita temui adanya perbedatan di linimasa media sosial kita. Terjadinya perdebatan di media sosial ini membawa beberapa dampak positif tertentu. Seorang Profesor Kajian Indonesia, Ariel Heryanto menyebutkan di artikel tulisannya bahwa “Debat di media sosial terbuka selebar-lebarnya, kapan saja, dari-oleh-dengan siapa pun yang memiliki akun yang sesuai”. Yang dimana artinya perdebatan ini terbuka bagi siapapun untuk bergabung. Selain itu beliau juga menuturkan bahwa, berbeda dengan debat publik di TV, debat di media sosial ini tidak terbatasi oleh kepentingan komersial, hukum, atau politik. Perdebatan ini juga terkesan tidak lamban dan membosankan seperti debat publik di Televisi. Selain itu, keterbukaan ruang diskusi juga berperan banyak dalam membuka pikiran-pikiran yang mendukung kecerdasan bangsa. Nuansa baru inilah yang diharapkan akan membawa bangsa menuju keterbukaan dan meninggalkan hal-hal konservatif yang tidak diperlukan.

            Namun, perdebatan di media sosial juga memiliki banyak kecacatan yang dapat berdampak negatif. Yaitu tidak adanya moderator yang menengahi alur perdebatan. Ariel Heryanto menyebutkan bahwa tanpa adanya moderator, perdebatan di media sosial sulit dikendalikannya jangka waktu, arah, kerapian sistemnya dan pencegahan pada hal-hal yang menginterupsi jalannya perdebtan. Hal tersebut dapat berujung pada hilangnya arti pada informasi dan perdebatan itu sendiri. Bahkan dapat berkemungkin terjadinya pertengkaran karena jalan perdebatan yang tidak sistematis tersebut.

            Dari pemikiran-pemikiran diatas, dapat kita gambarkan kesimpulan bahwa perdebatan di media sosial ini dapat dinilai positif dan membawa harapan. Namun tetap saja, terdapat kecacatan yang memutarbalik nilai positif tersebut. Kita sebagai generasi era ini, mungkin dapat melakukan inovasi atau memberikan kontribusi, dengan menjaga alur perdebatan. Bisa dengan mengingatkan atau secara sukarela mengajukan diri sebagai moderator praktis.


Referensi:

https://www.zonareferensi.com/pengertian-debat/

https://tirto.id/mutu-debat-publik-kita-esM6

Komentar