Review Berita  Pendidikan

Judul Berita     : Ma'ruf Amin Minta Santri Belajar Jadi Pengusaha Komoditas

Sawit

Tanggal Berita : 1 Oktober 2020

Penulis             : Gilang Ramadhan

Media              : Tirto

Tautan             : https://tirto.id/f5qt

Saya akan mengulas artikel berikut, yang bertemakan pendidikan. Topik berita ini adalah wakil Presiden Ma'ruf Amin, yang mengatakan bahwa pondok pesantren memiliki potensi yang tinggi untuk usaha komoditas sawit. Karena pesantren di daerah-daerah penghasil sawit memiliki kemandirian dan dekat dengan kelompok masyarakat. Ma'ruf Amin menyampaikan hal tersebut saat membuka program Pengembangan Potensi Santripreneur berbasis Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) Sawit yang diselenggarakan secara virtual.

Dikutip dalam berita tersebut, Ma’ruf Amin berpendapat, bahwa pesantren, sangat berpotensi bagi pengembangan kolaborasi dan kerja sama pengembangan usaha komoditas sawit ini, karena pesantren memiliki kemandirian dan berada di tengah-tengah masyarakat. Dengan jumlah pondok pesantren yang mencapai 28.194 di seluruh wilayah Indonesia, Ma'ruf mengatakan hampir setengahnya memiliki potensi untuk pengembangan ekonomi masyarakat. Ma'ruf berharap pesantren-pesantren di daerah penghasil sawit dapat turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.

Bagi Ma’ruf Amin, Kerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha juga diperlukan pesantren dalam mengelola produk-produk olahan sawit. Pelatihan mengelola produksi, distribusi dan pemasaran produk sawit menjadi salah satu kunci keberhasilan program pengembangan potensi santripreneur di pondok pesantren. Ma'ruf Amin juga mengapresiasi upaya Pusat Ekonomi Bisnis Syariah (PEBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) dan seluruh pihak yang menginisiasi dan mendukung program untuk pengembangan bisnis para santri tersebut.

Saya pribadi mendukung opini bapak Ma’ruf Amin, karena hal tersebut memang cukup masuk akal dan memang boleh dicoba karena kemungkinan berhasilnya juga cukup tinggi. Resiko dan kemungkinan gagal juga tidak terlalu tinggi. Selain itu, ini juga bisa jadi kritikan masukan untuk pemerintah agar terjadi kerja sama yang efisien dan menguntungkan. Selain dari isinya, penyampain berita disampaikan dengan sangat baik oleh penulis, sehingga saya cepat menangkap maksud berita tersebut. Sekian, ulasan dari saya, terimakasih.


Komentar